Dunia Penampakan, penampakan, dan penampakan akan membagikan pengalaman menakutkan dari Sumber : Elisa Syaputri
Berlibur dirumah kakek dan nenek adalah hal yang paling menyenangkan, namun hal ini berubah setelah banyak kejadian buruk yang saya alami. saat dari rumahku aku mengendarai Motor mio kesayanganku menuju kampung, waktu perjalanan 2 jam akhirnya sampai juga dirumah nenek. saat pertama sampai saya parkirkan motor di depan halaman rumah, nenek dan kakek menyambut aku dengan gembira. saat aku menengok ke arah jendela ada sosok lelaki kulitnya hitam menetap aku dari jendela ruang tamu.
aku bertanya kepada kakek dan nenek itu siapa? sambi aku nenunjukan tanganku ke arah jendela. mereka tidak melihat apa ada seseorang. tapi aku melihatnya dan orang itu juga menatap aku. mungkin aku berfikir itu cuma hayalan atau efek kecapean 2 jam perjalanan, lalu aku memasukan barangku kerumah. senyum manis kakek dan nenek membuat aku bahagia, kamipun makan bersama. saat malam hari aku bosan nonton TV bersama kakek dan nenek akhirnya aku ke ruangan depan. sampai diruangan itu aku merasa ada yang lain, kulitku mulai merinding, seperti ada orang disampingku. aku tengok kekiri dan kenan tidak ada orang selain aku. aku penasaran dengan pengliatanku pertama sampai dirumah ini. akupun menuju jendela tepat orang itu berdiri menatapku. tapi yang aku lihat hanya halaman depan rumah dan sempat aku berfikir bagaimana jika aku coba melihat dari luar rumah apakah aku masi bisa melihat bayangan orang itu?
akhirnya aku beranikan diri keluar, sesampainya diluar rumah kamu berdiri tepat saat aku melihat penampakan orang itu. aku melihat dari luar dijendela kosong. jadi aku pikir itu cuma hayalanku. namun saat aku kembali melihatnya aku terkejut...aku kembali melihat lelaki itu, dia memakai pakaian yang dikenakan orang kampung pada umumnya namun kulitnya pucat. dia menatap tajam kearahku. aku ketakutan aku berteriak sekuat yang aku bisa. hingga kakek dan nenek datang menghapiri aku..
Aku menangis...nafasku tak karuan...aku ingin pulang, akhirnya aku beranikan diri bertanya pada kakek dan nenek, apa benar ada penampakan biasanya di jendela jika dilihat dari luar.
Alangkah kagetnya aku, saat mendengar penjelasan kakek. bahwa lelaki itu baru meninggal 1 minggu, dia terkena serangan jantung saat bertamu dirumah kakek dan nenek, kata mereka pemuda itu sangat baik - ramah, dan bejiwa sosial. diapun meninggal saat berkunjung dirumah untuk menanyakan kabar kakek dan nenek. namun penyakitnya kambuh dan ia meninggal di tempat duduknya tepat di didepan jendela.
Oleh karena itu kakek berpesan padaku, jika kamu melihatnya tegur aja, namanya Parno, mulai saat itu aku beranikan diri untuk melihatnya lagi. hal itupun aku lakukan kembali. saat melihatnya dari luar aku sapa "salam raden Tarno" dan mulai saat itu aku tidak lagi melihat penampakannya.
Itulah pengalamanku : Elisa Syaputri (Ponorogo)
Berlibur dirumah kakek dan nenek adalah hal yang paling menyenangkan, namun hal ini berubah setelah banyak kejadian buruk yang saya alami. saat dari rumahku aku mengendarai Motor mio kesayanganku menuju kampung, waktu perjalanan 2 jam akhirnya sampai juga dirumah nenek. saat pertama sampai saya parkirkan motor di depan halaman rumah, nenek dan kakek menyambut aku dengan gembira. saat aku menengok ke arah jendela ada sosok lelaki kulitnya hitam menetap aku dari jendela ruang tamu.
aku bertanya kepada kakek dan nenek itu siapa? sambi aku nenunjukan tanganku ke arah jendela. mereka tidak melihat apa ada seseorang. tapi aku melihatnya dan orang itu juga menatap aku. mungkin aku berfikir itu cuma hayalan atau efek kecapean 2 jam perjalanan, lalu aku memasukan barangku kerumah. senyum manis kakek dan nenek membuat aku bahagia, kamipun makan bersama. saat malam hari aku bosan nonton TV bersama kakek dan nenek akhirnya aku ke ruangan depan. sampai diruangan itu aku merasa ada yang lain, kulitku mulai merinding, seperti ada orang disampingku. aku tengok kekiri dan kenan tidak ada orang selain aku. aku penasaran dengan pengliatanku pertama sampai dirumah ini. akupun menuju jendela tepat orang itu berdiri menatapku. tapi yang aku lihat hanya halaman depan rumah dan sempat aku berfikir bagaimana jika aku coba melihat dari luar rumah apakah aku masi bisa melihat bayangan orang itu?
akhirnya aku beranikan diri keluar, sesampainya diluar rumah kamu berdiri tepat saat aku melihat penampakan orang itu. aku melihat dari luar dijendela kosong. jadi aku pikir itu cuma hayalanku. namun saat aku kembali melihatnya aku terkejut...aku kembali melihat lelaki itu, dia memakai pakaian yang dikenakan orang kampung pada umumnya namun kulitnya pucat. dia menatap tajam kearahku. aku ketakutan aku berteriak sekuat yang aku bisa. hingga kakek dan nenek datang menghapiri aku..
Aku menangis...nafasku tak karuan...aku ingin pulang, akhirnya aku beranikan diri bertanya pada kakek dan nenek, apa benar ada penampakan biasanya di jendela jika dilihat dari luar.
Alangkah kagetnya aku, saat mendengar penjelasan kakek. bahwa lelaki itu baru meninggal 1 minggu, dia terkena serangan jantung saat bertamu dirumah kakek dan nenek, kata mereka pemuda itu sangat baik - ramah, dan bejiwa sosial. diapun meninggal saat berkunjung dirumah untuk menanyakan kabar kakek dan nenek. namun penyakitnya kambuh dan ia meninggal di tempat duduknya tepat di didepan jendela.
Oleh karena itu kakek berpesan padaku, jika kamu melihatnya tegur aja, namanya Parno, mulai saat itu aku beranikan diri untuk melihatnya lagi. hal itupun aku lakukan kembali. saat melihatnya dari luar aku sapa "salam raden Tarno" dan mulai saat itu aku tidak lagi melihat penampakannya.
Itulah pengalamanku : Elisa Syaputri (Ponorogo)